Bali e-Kios Tourism Machine Box

October 4, 2009 panghalusnya Leave a comment

Bali e-Tourist Machine Box

Bali e-Kios Tourism Machine Box

Atau apalah nama yang sebenarnya saya kurang tahu. Itu tadi istilah saya sendiri. Bali e-Kios Tourism Machine Box.

Saya menemukan mesin ini di obyek wisata Tanah Lot, Bali pada waktu saya dan keluarga kakak saya berlibur ke Bali pada liburan lebaran kali ini. Tidak sengaja juga sebenarnya menemukan mesin ini. Awalnya, sewaktu tiba dilahan parkir obyek wisata Tanah Lot ini, sambil menunggu ponakan-ponakan saya ganti baju (karena berangkat masih memakai baju tidur), saya iseng-iseng jalan-jalan disekitar lahan parkir. Saya berniat mencari tourist information, siapa tahu saja saja bisa meminta brosur atau peta wisata Bali. Tepat disamping tourist information, saya melihat ada semacam box ruangan, persis seperti box ruangan mesin ATM bank. Saya intip didalamnya ada mesin, juga seperti mesin ATM, namun bentuknya sedikit berbeda. Penasaran juga, mesin apa ini sebenarnya. Nama diluarnya :

FIND IT e-Kios

Dengan keterangan :

Let’s start to explore Bali more. Let’s begin the new exciting experience!

Juga ada tempelan sticker Visit Indonesia 2009 nya.

Tanah Lot Information Center

Tanah Lot Information Center

Wah sepertinya menarik. Dan karena hari masih cukup pagi, hampir belum ada orang yang ber-sliweran, maka cuek saja saya masuk kedalamnya.

Machine Box

Machine Box

Mesin ini komplit rupanya. Disisi bagian atas ada telepon, layar, web cam dan speaker. Dibagian tengah ada layar informasi dan juga tempat untuk menggesek kartu (swipe card). Ada juga dengan keypad dan R-F indentifier. Dibagian bawah ada tempat keluar kartu (card out), tempat keluar kwitansi (receipt), dan tempat keluar uang (cash out).

Jadi kesimpulan saya, mesin ini bisa digunakan untuk melakukan komunikasi panggilan bahkan video call. Bisa digunakan untuk reservasi atau booking online. Bisa juga digunakan untuk menggambil uang. Atau hanya sekedar untuk mencari informasi. Wow, keren abis.

Bagaimana cara penggunaan detailnya saya sendiri kurang tahu. Ingin tanya di-tourist information disamping tapi masih belum buka karena masih kepagian. Akhirnya saya coba utak-atik sendiri saja. Yang saya butuhkan hanya untuk mencari informasi obyek wisata. Awalnya, saya pikir untuk mengaksesnya membutuhkan semacam kartu, tapi ternyata tidak. Untuk akses informasi tentang obyek wisata bisa langsung.

Informasi tentang Bali benar-benar lengkap. Bisa di-search berdasarkan obyek wisata ataupun berdasarkan lokasi. Berdasarkan obyek wisata misal obyek wisata pantai, danau, desa, dll. Dan masing-masing bagian akan disebutkan secara lengkap. Dan apabila kita klik (touch screen) lebih lanjut, maka pemaparan detilnya akan muncul.

Untuk search berdasarkan lokasi, dilayar akan muncul kotak-kotak, yang apabila di-klik maka akan dipaparkan apa saja obyek wisata yang terdapat dilokasi tersebut. Lengkap. Dan kotak-kotak tersebut bisa di zoom in/out. Sehingga bisa untuk daerah yang lebih luas atau lebih sempit.

Salut sekali saya terhadap pemerintah Indonesia, khususnya pemerintah Bali dengan adanya e-kios ini. Karena sebelumnya saya sendiri cukup skeptis dengan agenda pemerintah tentang Visit Indonesia. Mereka hanya menggembor-gemborkan saja dari sisi promosi dan periklanan. Tapi saya pribadi belum melihat adanya upaya yang maksimal dibagian sarana dan prasarana pendukungnya. Baik itu informasi maupun fasilitas publiknya. Sebagai contoh, saya dan teman-teman saya sehari saja di Bangkok dan Kuala Lumpur namun bisa keliling menjelajah kota hingga kemana-mana, mengunjungi obyek wisatanya. Dan obyek wisatanyapun benar-benar tertata dengan rapi. Tapi saya tidak bisa membayangkan jika ada turis berkunjung ke Jakarta. Bisa gila mereka. Saya saja yang kebetulan orang jawa timur berkunjung ke Jakarta saja stress. Belum lagi obyek wisatanya yang bisa dibilang fasilitas umumnya masih buruk.

Semoga saja pemerintah Indonesia bisa lebih memajukan sektor pariwisata Indonesia dengan memperbaiki sarana dan prasaranya. Dan dikunjungan saya ke Bali berikutnya saya akan mencari informasi lengkap tentang e-kios ini. Baik cara penggunaanya maupun dimana saja terdapat e-kios ini. Karena ternyata dibrowsing internetpun saya belum bisa menemukan informasinya (keyword saya kurang tepat mungkin).

ASHABUL KAHFI : Teori Relativitas Einstein dalam Al Quran (2)

October 2, 2009 panghalusnya Leave a comment

Bagian kedua

(sambungan)

Para Ashabul Kahfi hidup melintasi zaman. Mereka serasa tertidur satu hari didalam gua, namun zaman ternyata telah berganti selama 309 tahun (pendapat lain menyatakan 350 tahun).

Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).” (QS 18:25)

Bagaimana bisa?

Hal ini bisa dibuktikan dengan analisis melalui fisika modern, yaitu teori relativitas Einstein.

Jika suatu benda, makhluk hidup atau apa saja yang bergerak dengan kecepatan tertentu (mendekati kecepatan cahaya), maka benda tersebut akan mengalami dilatasi waktu dan kontraksi panjang.

Dan didalam Al Quran surat Al Kahf ayat 18 termaktub :

Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka.” (QS 18:18)

…Kami balik-balikkan mereka kekanan dan kekiri…” yang berarti mereka di dalam gua bergerak (digerakkan) dengan kecepatan tertentu. Berapa kecepatan mereka, sehingga mereka dapat hidup melitasi zaman? Dari data-data yang kita dapatkan dari Al-Quran berikut analisis untuk menjawab pertanyaan tersebut, sekaligus pembuktian kebenaran Ashabul Kahfi dalam Al-Quran.

Dari Al-Quran diperoleh data bahwa waktu menurut mereka (Ashabul Kahfi yang bergerak) t0 = 1 hari. Sedangkan waktu yang sebenarnya adalah t = 309 tahun = 109386 hari (tahun qomariah 1 tahun = 354 hari).

Dari penurunan rumus dilatasi waktu :

dilatasi waktu

Didapatkan :

penjabaran rumus

Dan jika nilai t1 dan t0 dimasukkan kedalam rumus :

Perhitungan

V2 = 0,99999.C2
V = 0,999999C

Dari penjabaran diatas, jika para Ashabul Kahfi bergerak (digerakkan) mendekati kecepatan cahaya, maka ini membutktikan bahwa peristiwa tersebut sangatlah masuk akal untuk terjadi.

Kemudian penjelasan lainnya.

…Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka…

Mengapa orang yang melihat mereka ketakutan?

Seperti penjelasan teori relativitas diatas, bahwa jika suatu benda bergerak dengan kecepatan tinggi maka selalu mengalami dilatasi waktu juga mengalamai kontraksi panjang dengan perumusan ;

Jika V mendekati kecepatan cahaya, maka nilai L1 ( panjang benda yang diamati oleh kerangka acuan yang berbeda) akan mendekati nol. Ini berarti Ashabul Kahfi sudah hampir tidak terlihat wujudnya oleh orang yang melihatnya dari luar. Namun bahwa mereka digerakkan ke kakan dan ke kiri , yang berarti mereka bergerak bolak balik, sesuai dengan teori fisika bahwa sebuah benda yang bergerak dengan arah yang berlawanan dengan arah semula, maka benda tersebut akan mengalami berhenti sesaat sebelum berbalik arah. Pada saat berhenti sesaat ini, maka panjangnnya akan kembali seperti semula. Sehingga setiap saat mereka akan berubah dari ukuran semula… mengecil… menghilang… membesar… ukuran semula. Begitu seterusnya. Dengan kecepatan yang sangat tinggi. Bisa dibayangkan bagaimana wujud mereka. Tentulah sangat mengerikan bukan?

Penjelasan berikutnya.

Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,” (QS 18:11)

Mengapa telinga mereka ditutup?

Sebagaimana kita semua telah mengetahui bahwa bunyi ditimbulkan dari suatu benda yang bergetar atau bergerak dan getaran benda itu menggetarkan udara. Selanjutnya udara tersebut menggetarkan selaput telinga, gendang telinga yang frekwensi getarannya sama dengan getaran frekwensi getaran benda, maka kita mendengar bunyi.
Namun apabila suatu benda bergerak diatas kecepatan bunyi, maka akan terjadi patahan gelombang (supersonic fracture) yang menimbulkan ledakan suara yang luar biasa kuatnya, bahkan mengakibatkan pecahnya kaca dan bengunan-bangunan. Misalnya pada pengemudian pesawat supersonic yang mengakibatkan suara yang meledak-ledak dan meruntuhkan bangunan dan kaca-kaca disekitarnya.

Demikian pula dengan Ashabul Kahfi. Sebagaimana telah diuraikan diatas, bahwa gerakannnya mendekati kecepatan cahaya sehingga juga berlaku patahan-patahan gelombang, yang akan menimbulkan ledakan suara seperti halnya pesawat supersonic. Oleh karena itu sesuai dengan ayat 11 surat Al Kahfi telinga mereka ditutup selama beberapa tahun, ternyata guna melindungi gendang telinga meraka dari ledakan-ledakan suara yang ditimbulkan dari gerakan mereka yang terlalu cepat.

Dari analisis diatas kita dapat membuktikan secara ilmiah kebenaran cerita Ashabul Kahfi yang dulu oleh orang-orang barat dianggap cerita fantasi. Karena mereka mengganggap cerita itu tidak masuk akal, dan selama ini belum terbukti orang mampu hidup tanpa makan dan minum sampai bertahun-tahun. Dan mereka memvonis semua cerita yang tidak masuk akal tidak dapat diterima sebagi suatu kebenaran. Persepsi yang demikian itu salah, analisis diatas membuktikan bahwa sesuatu yang tadinya tidak masuk akal menjadi masuk akal. Ini membuktikan bahwa akal manusia itu terbatas, karena mungkin akal manusia belum mampu mencerna dan menganalisis hal-hal tersebut.

Wallahu a’lam bishowab.

ASHABUL KAHFI : Teori Relativitas Einstein dalam Al Quran (1)

October 1, 2009 panghalusnya Leave a comment

Bagian pertama

Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin menulis tentang ini, ketika saya teringat tentang artikel menarik yang pernah saya baca waktu zaman SMA dulu, yang membahas tentang hal ini. Namun karena ada perhitungan detil matematis yang saya kurang begitu ingat, maka keinginan menulis saya urungkan.

Kebetulan beberapa saat yang lalu, waktu saya bongkar-bongkar gudang dirumah saya saya menemukan lagi artikel ini tersimpan dalam tumpukan buku-buku lama, maka saya putuskan untuk segera saya tulis di blog ini. Sebelum artikel ini lenyap lagi.

Artikel ini terdapat dalam majalah bulanan SMA milik kakak saya (kebetulan SMA kakak saya dan saya sama yaitu SMA Negeri 2 Kediri), yang diterbitkan oleh OSIS untuk kalangan intern, yaitu DIOSSA (kependekan dari Dian OSIS Smada) edisi Juli 1996. Majalah ini sudah tidak beredar lagi 1-2 tahun kemudian.

Ohya agar tidak terlalu panjang, sehingga memperlambat loading, maka artikel ini saya bagi menjadi 2 bagian.

Baiklah, kita mulai ‘kisah’nya.

Kisah sebagaimana tersurat dalam Al Quran surat Al Kahfi ayat 9-26 yang menceritakan sejumlah orang yang beriman pada Allah yang dikejar-kejar oleh tentara penguasa yang syirik nan dholim. Mereka tetap ingin mempertahankan aqidahnya. Orang-orang itu, bersama anjingnya, kemudian masuk di sebuah gua bersembunyi. Gua yang mereka masuki ini memiliki lubang yang memungkinkan cahaya Matahari masuk. Di dalam gua itu, saking lelahnya, mereka kemudian tertidur lelap. Ketika bangun, mereka kelaparan dan berniat untuk membeli makanan. Setelah melihat situasi aman, mereka kemudian keluar dari gua. Ketika berniat membeli makanan, rupanya uang mereka tidak laku. Zaman sudah berubah total. Orang orang sudah berubah. Penguasa sudah berganti. Peradaban baru di depan mata mereka. Mengapa? Ternyata, mereka telah tertidur selama 309 tahun. Dalam kisah yang lain, disebutkan mereka tertidur selama 350 tahun. Dalam Al Quran, para pemuda ini diabadikan dengan sebutan ‘ashabul kahfi’, artinya sahabat-sahabat gua. Tentang jumlah mereka, lokasi gua, dan zaman masih simpang siur, muncul banyak pendapat. Namun satu hal yang disepakati bersama, bahwa mereka hidup melintasi zaman.

Orang-orang zaman dahulu, terutama orang barat yang memiliki pandangan ‘miring’ terhadap kaum muslim, menganggap bahwa kisah ashabul kahfi ini adalah cerita fantasi belaka, cerita yang hanya ada di negeri dongeng. Karena mereka menganggap bahwa cerita ini adalah tidak masuk akal, tidak dapat diterima sebagai sebuah kebenaran. Dan dengan ini pula mereka merasa memiliki kesempatan untuk ‘memojokkan’ Al Quran. Mereka bisa disebut sebagai kaum pemuja akal. Kenapa demikian, karena bagi mereka sesuatu yang tidak masuk akal adalah hal yang tidak mungkin. Padahal, kebanyakan, tidak selalu demikian. Karena akal manusia terbatas. Atau bisa jadi sesuatu yang tidak masuk akal sebenarnya adalah sangat masuk akal, hanya saja kita belum mengetahuinya. Dua ratus tahun lalu tidak ada seorangpun yang akan percaya bahwa kita dapat bercakap-cakap dengan orang yang berada seribu mil jauhnya dari kita. Hal itu akan dianggap tidak masuk akal alias mustahil. Sekarang kita lihat, jangankan suara, gambar orang dibelahan dunia lainpun dapat kita lihat dalam waktu yang sama. Sehingga kata orang bijak benar, nothing impossible.

Dan kisah tentang Ashabul Kahfi ini saat ini sudah dapat dibuktikan melalui fisika modern dengan teori relativitas Einstein.

Teori tersebut berkata : “Jika suatu benda, makhluk hidup atau apa saja yang bergerak dengan kecepatan tertentu (mendekati kecepatan cahaya), maka benda tersebut akan mengalami dilatasi waktu dan kontraksi panjang.”

Dalam bentuk rumus, dilatasi waktu adalah :

dilatasi waktu

Dan kontraksi panjang adalah :

kontraksi panjang

Keterangan :
t1 = selang waktu menurut orang yang diam.
t0 = selang waktu menurut orang yang bergerak.
L = panjang benda yang diamati oleh kerangka acuan yang sama.
L1 = panjang benda yang diamati oleh kerangka acuan yang berbeda.
V = kecepatan gerak benda.
C = kecepatan cahaya.

Dengan menggunakan rumus-rumus ini, akan kita gunakan untuk menganalisis kisah Ashabul Kahfi berdasarkan Al Quran surat Al Kahfi ayat 9-26.

Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?

(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.

Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,

kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu).

Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk;

dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri lalu mereka berkata: “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”.

Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk di sembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka?) Siapakah yang lebih lalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?

Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu.

Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka.

Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab: “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seseorang pun.

Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”.

Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata: “Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya”.

Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: “(Jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: “(Jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya”. Katakanlah: “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka.

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi,

kecuali (dengan menyebut): “Insya-Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini”.

Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).

Katakanlah: “Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain daripada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan”.

QS 18:9-26

(bersambung)