Home > Renungan > Pay It Forward

Pay It Forward

Pay it forward, adalah sebuah judul film produksi Warner Bros yang diangkat dari sebuah novel dengan judul yang sama karya Catherine Ryan Hide, yang diputar di biokop dunia pada pertengahan tahun 2000. Dan dipertelevisian Indonesia sudah sering diputar hingga saat ini.

Pay it forward menceritakan tentang seorang anak SD di Las Vegas, Nevada, yang bernama Trevor Mckinnley yang menerima tugas dari guru pelajaran sosialnya untuk ‘merubah dunia’ dengan tindakan langsung. Tidak hanya sekedar ide, namun juga harus direalisasikan. Tugas itu berlaku untuk seluruh anak di kelas tersebut, bukan hanya dirinya. Dan pada minggu berikutnya, masing-masing anak mempresentasikan ide yang dia buat. Ada ide yang biasa-biasa (namun sangat wajar untuk anak setingkat SD) hingga ide-ide gila. Seperti halnya salah seorang teman Trevor, yang memiliki ide yang cukup gila sekaligus lucu. Dia akan menelepon seluruh anak di China, dan akan menyuruh semua anak tersebut untuk loncat dari tangga dalam waktu yang bersamaan. Maksud dari idenya adalah, dengan menganggap China sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar, maka hentakan tadi akan membuat bumi berubah orbitnya. Walaupun ide ini cukup konyol namun sangat kretif. Tapi tentu saja ibarat kita berada didalam mobil, kemudian mobil ini kita dorong kedepan, sekuat tenaga yang kita berikan mobil tidak akan bergerak satu mili pun. Karena kita berada didalam sistem. Sehingga kalaupun seluruh penduduk China meloncat bersamapun, Bumi tidak akan bergeser sedikitpun dari orbitnya. Kalaupun kita hitung, tenaga loncatan itu kurang lebih setara dengan gempa 5 scala Ritcher. Dan gempa sebesar itu sering terjadi, dan sepertinya Bumi tetap berada pada orbitnya. Baiklah, kembali lagi tentang ide. Kemudian Trevor mempresentasikan idenya. Idenya adalah dia ingin membuat dunia jauh lebih indah dengan orang yang saling tolong-menolong. Dia akan memberikan bantuan, bantuan yang sangat berarti kepada tiga orang. Dan tiga orang tersebut berkewajiban untuk melanjutkannya, yaitu dengan memberikan bantuan masing-masing kepada tiga orang. Begitu seterusnya. Sehingga pada rantai kedua sudah ada sembilan orang, rantai ketiga ada 27 orang dan seterusnya. Singkat cerita, trevor harus benar-benar merealisasikan idenya tersebut. Trevor membantu untuk menampung tuna wisma dirumahnya, hingga menolong seorang yang sangat kecanduan oleh narkoba. Namun bisa dibilang semua hasil kerjanya tidak menghasilkan. Sang tunawisma harus kembali dengan kehidupan jalanan yang keras dan si pecandu narkobapun tetap tidak bisa lepas dari jeratan obat setan tersebut. Trevor kehilangan semangat.

Ditempat lain, jauh dari Las Vegas, seorang jurnalis yang mengalami kecelakaan mobil dimana mobilnya hancur berantakan, sangat heran ketika ada orang yang tidak dia kenal kemudian memberikan mobil Jaguar secara cuma-cuma kepadanya. Hanya ada penjelasan singkat dari si pemberi mobil, “Pay it forward!” Dengan naluri seorang jurnalis, Chris, nama jurnalis tersebut, kemudian berusaha untuk menemukan darimana asal semua itu. Chris mulai menelusuri jejak secara mundur. Si pemberi mobil jaguar tadi ternyata pada suatu saat ketika dia sedang berjalan-jalan dengan anaknya, si anak tiba-tiba tersedak parah hingga hampir tidak dapat bernafas. Kemudian dia bergegas ke rumah sakit. Dirumah sakit ternyata antriannya sangat panjang. Sekalipun dia merengek-rengek kepada dokter untuk segera mengobati anaknya terlebih dahulu namun dokter tetap bergeming. Hingga ada seorang negro yang menodongkan pistol kepada sang dokter tersebut untuk segera menolongnya. Walaupun akhirnya si negro ditangkap petugas keamanan namun anak yang tersedak tadi akhirnya tertolong. Sebuah kalimat terucap dari si negro, “Pay it forward!” Chris terus menelusuri jejak. Ternyata pada suatu saat ketika si negro ini mencuri disebuah toko dan ketahuan, polisi mengejar-ngejar dia. Namun ada seorang wanita tua yang menyelamatkan dia dari kejaran polisi tersebut. Wanita tua ini yang memberitahukan tentang ‘pay it forward’ kepada di negro. Wanita tua ini adalah wanita yang pada masa muda nya mengacuhkan anak gadisnya hingga sang anak gadis harus hidup sendiri. Hingga sang anak gadis ini berkeluarga, dia tetap tidak mau bertemu dengan wanita tua ini dan diapun melarang orang tuanya tersebut, wanita tua itu, untuk menjenguknya ataupun cucunya. Sang anak tidak pernah memaafkan kesalahan orang tuanya. Hingga pada suatu malam sang anak ini mengunjungi orang tuanya, wanita tua ini, dan berkata bahwa ia telah memaafkannya. Dia bertindak demikian karena ingin berbuat sesuatu untuk merealisasikan ide anaknya. Dia adalah ibu dari Trevor, dan wanita tua itu adalah nenek Trevor. Chrispun akhirnya menemukan dimana awal rantai tersebut. Dan rantai tersebut berawal hanya dari seorang anak kecil yang punya impian untuk merubah dunia untuk menjadi lebih baik. Diakhir cerita Trevor meninggal dunia karena pertengkaran dengan teman. Lilin menyala diseluruh penjuru Las Vegas, karena rantai tidak pernah berakhir. Di televisi, diberitakan sebuah panti asuhan tiba-tiba menerima berpuluh-puluh perangkat komputer dari orang yang tidak dikenal. Apakah ini ada hubungannya dengan ‘pay it forward’? Tidak ada yang tahu.

Sangat indah sekali bukan ide cerita ini. Ide dari seorang Catherine Ryan Hide, si penulis cerita. Walaupun ini hanya cerita fiksi, Trevor tidak pernah ada, atau bahkan rantai itu pun juga tidak pernah ada, namun alangkah indahnya dunia ini jika rantai itu kita buat ada. Maukah anda dan saya merealisasikannya?

“When someone does you a big favor, don’t pay it back, PAY IT FORWARD.”

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: