Home > Renungan > Expecto Patronum!

Expecto Patronum!

Termasuk salah satu penggemar Harry Potter kah anda? Yang jelas, saya iya. Betul sekali. Serial Harry Potter ini telah almarhum alias sudah berakhir. Jujur saja, sebagai salah satu penggemar berat, saya akan benar-benar merindukannya. Namun layaknya kehidupan, segala sesuatu harus ada akhir, jika tidak, segalanya justru tidak akan menyenangkan. Kali ini saya ingin mengajak anda belajar bersama mengusai dua buah mantra yang diajarkan kepada Harry dan teman-teman saat tingkat tiga dulu yang diajarkan oleh Prof. Lupin (baca buku: Harry Potter and the Prisoner of Azkaban). ‘Riddicullus’ dan ‘Expecto patronum’ mantra patronus. Untuk mantra yang pertama sepertinya tidak pernah disebut lagi setelah itu. Sedangkan untuk mantra yang terakhir sangat sering muncul sesudahnya hingga buku terakhir.

Kita mulai untuk mantra yang pertama. Boggart, adalah hantu sihir yang dapat berubah wujud menjadi sesuatu apa saja yang sangat ditakuti oleh orang yang ada dihadapannya. Namun Boggart mempunyai kelemahan, yaitu dia sangat takut oleh suara tertawa. Dan mantra yang berbunyai ‘Riddicullus’ (ridiculous = konyol) ini cara kerjanya adalah merubah Boggart, yang telah berubah menjadi sesuatu yang kita takuti, menjadi sesuatu yang lain yang lucu sehingga menjadi bahan tertawaan. Sebelumnya diimajinasi kita, kita harus terlebih dahulu membayangkan akan kita rubah menjadi sesuatu yang lucu apa sebelum kita mengucapkan mantra ini. Semisal, dihadapan Parvati Patil, Boggart yang telah berubah menjadi ular kobra yang sangat besar dirubahnya menjadi badut yang memantul-mantul. Dihadapan Ron, Boggart yang telah berubah menjadi laba-laba raksasa diberinya sepatu roda pada masing-masing kaki delapannya, maka sekarang laba-laba itu sangat kelabakan menyeimbangkan dirinya. Atau dihadapan Neville, Boggart yang berubah menjadi Prof. Snape diubahnya menjadi Snape yang berpakaian nenek-nenek. Pada intinya adalah ubahlah ketakutan itu untuk menjadi sesuatu yang lucu hingga kita mungkin dapat tertawa terbahak-bahak. Bagaimana dengan kita para muggle (manusia biasa, bukan penyihir) yang tidak akan bisa menggunakan mantra ‘riddicullus’ ini? Intinya adalah mainkan imajinasimu, tidak perlu mantra. Bukan hanya ketakutan, namun kesedihan, putus asa, emosi, hingga strees, kita buat sesuatu yang lucu darinya. Buatlah diri kita tersenyum, bahkan hingga tertawa terbahak pun justru akan sangat baik. Tidak perlu menjadi seorang psikolog untuk mengetahui bahwa senyum dan tawa adalah obat yang sangat manjur untuk itu.Sepertinya semua perasaan, seperti halnya sedih, takut, stress, gembira, bahagia, tidak akan pernah ada kecuali kita mempersilahkannya. Kesulitan yang kita hadapi akan tetap sama. Namun dengan kesedihan, ketakutan, pikiran yang emosi, ataupun ketegangan hanya akan membuat jalan didepan menjadi gelap. Ada kemungkinan terperosok dan tersesat. Begitu pula sebaliknya. Jika kita hadapi dengan gembira maka jalan akan menjadi terang. Kita akan tahu dimana lubang dan dimana jalan yangbenar. Dan kita pun tidak perlu berjalan dengan pelan-pelan sebagaimana dijalan yang gelap, kita bisa berlari, sambil menari, yang intinya adalah segalanya akan menjadi lebih mudah dan indah. Tidak percaya?Boleh dicoba, gratis.

Mantra kedua, adalah mantra patronus. Mantra ini berguna untuk mengusir Dementor. Apa itu dementor? Bagi Harry Potteries tentu sudah sangat paham. Namun bagi yang tidak akan saya deskripsikan. Dementor adalah makhluk sihir mengerikan yang mampu terbang melayang. Sosoknya hitam, seperti jubah dengan kerudung namun tidak ada orang didalamnya (karena memang kaki, tangan dan wajahnya tidak nampak). Dan suasana disekeliling Dementor berada seakan-akan mati dan layu. Karena Dementor ini memang mengambil semua kebahagiaan yang ada disekitarnya, sebagai makanannya. Jika Dementor mendekati seseorang, maka yang terasa hanya ada kesedihan dan semangat hidup yang melemah, karena perlahan-lahan kebahagiaan tersedot darinya. Dan bagi dunia sihir satu-satunya mantra untuk melawannya adalah mantra patronus. Tidak sembarang penyihir yang bisa, karena ini memang sihir tingkat tinggi. Butuh latihan dan kerja keras untuk dapat menguasainya. Teori simpel nya adalah ketika Dementor mendekati anda (dan perlahan-lahan menyedot kebahagiaan anda) bayangkan suatu hal yang paling membuat anda bahagia yang membuat anda ingin terus dan terus untuk bertahan hidup, dan kemudian ucapkan mantra “Expecto Patronum!”. Jika berhasil maka akan muncul cahaya putih pada tongkat sihir anda yang akan memukul mundur Dementor tersebut. Karena cahaya putih ini kebahagiaan anda yang cukup besar yang Dementor tidak akan sanggup menyedotnya. Itu dengan kasus anda adalah penyihir. Dan sekali lagi bagaimana dengan kita yang seorang muggle? Tidak diragukan lagi, kita mungkin pernah mengalaminya, atau bahkan sering, saat-saat dimana ketika kita menghadapi sebuah masalah hingga kita seperti kehilangan kebahagiaan, kehilangan semangat hidup, yang ada sepertinya hanyalah kesedihaan (jangan-jangan memang ada dementor disekitar kita ). Seperti halnya penguasaan mantra riddicullus dialam bukan sihir, matra patronus dialam bukan sihir juga kita harus kuasai dengan cara yang sama, mainkan imajinasimu, tidak perlu mantra. Seperti halnya penguasaan patronus, ini juga akan sangat susah, perlu latihan dan kerja keras. Karena bagaimana kita bisa membayangkan kebahagiaan ditengan kesedihan yang mendera kita. Namun susah bukan berarti tidak bisa kan. Kalau kita tidak ingin Dementor mengambil kebahagiaan kita, sepertinya kita juga harus menguasai ‘mantra patronus’. Tidak percaya? Sekali lagi, boleh dicoba, masih tetap gratis.

Categories: Renungan Tags: , ,
  1. bocongdotcom
    November 13, 2008 at 4:37 pm

    Salam,

    Saya juga peminat Harry Potter🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: