Home > Renungan > Orang Baik

Orang Baik

Apakah orang baik adalah orang yang selalu bersikap baik kepada Anda? Jangan salah, justru kebanyakan orang baik adalah orang yang menyebalkan. Bagaimana tidak, misal kita lagi enak-enak tidur, jam setengah lima pagi dibangunkan oleh teman kita untuk sholat Shubuh. Kalau kita masih ngeyel tidak mau bangun, kadang sampai diseret-seret segala. Ada juga teman yang lain yang justru cuek-cuek saja. Mau kita sholat kek, mau kita tidak sholat kek, bukan urusan. Menurut Anda, mana teman yang baik mana teman yang tidak baik? Apakah dia teman yang peduli ataukah dia teman yang menyebalkan?

Contoh lain. Ibu kita selalu melarang kita untuk bermain terlalu lama, memarahi kita jika kita tidak mau belajar, menghukum kita jika kita tidur terlalu larut malam gara-gara menonton TV, melarang kita mati-matian untuk tidak bergaul dengan teman yang tidak jelas, menasehati kita berulang kali untuk hati-hati sampai kita bosan mendengarnya, dan lain-lain. Sementara itu, ibu orang lain membiarkan anaknya bebas melakukan apa saja. Sehingga sang anak enjoy sekali hidupnya. Cobalah untuk berpikir bijak, mana ibu yang baik dan mana ibu yang kurang baik. Apakah dia ibu yang sangat mencintai anaknya ataukah dia adalah ibu yang cerewet?

Dan yang ini adalah yang biasa terjadi. Ada guru yang menurut muridnya sangat tidak menyenangkan. Selalu memberikan tugas rumah, mengajar dengan disiplin tinggi, memarahi murid yang tidak memperhatikan, datang tepat waktu dan menghukum murid yang datang terlambat, dan hal-hal lain yang menurut murid tidak menyenangkan. Disisi lain, ada guru (hanya sebagai contoh) yang nyantai sekali. Mengajar sekenanya lebih sering bercanda dan bercerita sana-sini, sering tidak masuk, tidak pernah mengadakan ulangan harian, PR pun jarang, dan nilai akhir juga gampang. Dan ketika ada pemilihan ‘guru favorit’ bisa diduga guru mana yang akan meraihnya. Rata-rata pilihan murid adalah guru contoh yang kedua. Dan guru contoh yang pertama adalah guru yang langganan meraih ‘guru ter-killer’. Namun sekali lagi cobalah untuk berpikir bijak, mana guru yang baik dan mana guru yang kurang baik? Apakah dia guru yang hanya ingin memuaskan nafsunya dengan memarahi murid-muridnya ataukah dia guru yang ingin anak didiknya mengusai ilmu yang beliau sampaik dengan sebaik-baiknya?

Kebaikan tidak selalu berwujud indah. Karena kebaikan yang tulus adalah kebaikan yang tidak ingin tampak dipermukaan. Dan kebaikan tersebut tidak mengharapkan anda untuk menghargainya. Bunga mawar adalah indah, namun dia berduri. Tumbuhan obat berbau tak sedap dan wujudnyapun jelek, namun dia menyembuhkan.

Categories: Renungan Tags: , , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: